Categories
Niat

Bacaan Lafadz Niat Sholat Isya Dan Doa

Assalamualaikum wr wb, Jazakallahu Khair, terima kasih sudah berkunjung ke web resmi kami di www.ummatanwasatan.net, Bacaan Lafadz Niat Sholat Isya Dan Doa.

Kumpulan Niat Sholat Puasa Haji Zakat Infaq & Niat Ibadah Lainnya  Dan Juga Pendapat Imam Empat Mazhab

✅ Bacaan Lafadz Niat Sholat Isya Dan Doa ✅⭐. Niat Sholat 5 Waktu Ramadhan Puasa Senin Kamis Daud Haji Zakat Infaq Sodaqoh Mandi wajib

Silahkan kunjungi kumpulan Lengkap Niat Amal Ibadah Solat, Puasa, Zakat, Haji & Lain-Lainnya Dalam Ajaran Islam ✅ 👉pada halaman disini.

إنما الأ عمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى

Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya & seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan” (HR Bukhari & Muslim)

Didalam agama Islam, apalagi mengenai amal ibadah, niat adalah suatu hal yang paling penting.

Niat yang timbul untuk melaksanakan sebuah amal ibadah nanti akan berpengaruh pada kesempurnaan dalam pelaksanaan ibadah tersebut.

Ibadah yang didasari niat yang benar, tentunya dapat lebih sempurna dan berkah yang Anda peroleh akan semakin banyak.

Didalam suatu hadits, Umar radhiyallahu ‘anhu menjelaskan, bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (Hadits Riwayat. Bukhari dan Muslim, dan 4 imam Ahli Hadits)

Tetapi, terkait tentang ini ini, ada perbedaan pandangan tentang masalah niat. Perbedaan pandangan ini tentunya harus menjadi sebuah hal baru untuk dipelajari.

Perbedaan pendapat yang timbul sebenarnya semakin menjelaskan bagaimana posisi niat dalam peribadatan Islam.

Tentunya, hanya dikarenakan sangat pentingnya suatu niat dalam mengawali suatu ibadah maka perbedaan ini menjadi perbincangan oleh berbagai khalayak .

Hukum Niat Menurut 4 Mazhab

Bagaimanakah dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sahabat Rasulullah, Tabi’in & Tabi’ut Tabi’in mengenai pelaksanaan niat ini ?

Rasulullah sendiri tidak melafalkannya kecuali ketika akan beribadah Haji.

Perbedaan mendasar terkait niat saat akan memulai suatu ibadah yang muncul di kalangan umat muslim adalah bagaimana pelaksaan niat tersebut, apakah diucapkan secara lisan atau hanya di dalam hati saja.

Kadang-kadang, perbedaan mengenai niat ini bisa menjadi runcing & menjadi persoalan berat di kalangan umat Islam. Tentu, masalah seperti ini sangat disayangkan.

Oleh karena itu, memahami bagaimanakah hukum syar’i niat menurut imam empat mazhab adalah penting.

Dengan demikian, ada pengetahuan fiqih yang sangat kuat mengenai suatu niat ibadah sehingga perbedaan yang timbul bisa didudukkan sesuai dengan hukum syar’i dan ketegangan umat muslim akan mereda.

Adapun secara detail pendapat imam 4 mazhab mengenai hukum niat adalah sebagai berikut:

  • Madzhab Al-Hanafiyah

Menurut mazhab Al-Hanafiyah, melafalkan niat saat akan mulai beribadah merupakan hal yang disukai dan tidak dilarang. Pengucapan ini bahkan dianjurkan dengan maksud untuk mengokohkan apa yang telah diyakini didalam hati seseorang, terutama disaat hendak mengamalkan suatu ibadah, terutama nazar.

Dalam kitab Al-Asybah wa Al-Nazoir, Imam Ibnu Nujaim berkata , “dan yang menjadi pendapat pilihan (madzhab) ialah (melafadzkan niat itu) Mustahabb (disukai), dan ini tidak berlaku untuk beberpa masalah, seperti nadzar. Karena nadzar tidak cukup hanya niat tapi justru harus melafadzkan” (Al-Asybah wa Al-Nazoir 41)

  • Mazhab Maliki

Menurut madzhab Maliki, menyuarakan niat disaat akan beribadah bukan merupakan suatu hal yang terlarang. Namun, akan lebih baik jika tidak melafalkannya.

Hal ini berlaku juga untuk mereka yang telah memiliki niat yang kuat di dalam hatinya. Bila seorang umat muslim masih was-was dengan niatnya, maka pengucapan niat diperlukan untuk membuang rasa keraguannya.

Didalam kitab Hasyiyah Al-Dusuqi menyebutkan , “itu menyelisih yang lebih utama (utamanya tidak diucapkan), akan tetapi dikecualikan bagi mereka yang peragu, baginya itu justru lebih baik dilafadzkan agar hilang keragu-raguannya”. (Hasyiyah Al-Dusuqi 1/234)

  • Mazhab Al-Syafi’iyyah

Dalam hal pelafalan niat disaat hendak memulai ibadah, dapat dikatakan bahwa madzhab Al-Syafi’iyyah adalah mazhab yang paling banyak yang menekankan pada pelafalan niat.

Hal ini disebabkan ulama-ulama yang ada di mazhab ini mempunyai pendapat bila pengucapan niat merupakan suatu hal yang sunah dan beberapa diantaranya ditekankan untuk beberapa jenis ibadah.

Pengucapan niat dilakukan bertujuan untuk memantapkan apa yang telah ada di dalam hati.

Namun, jika meninggalkannya karena hati yang sudah mantap pun tidak apa-apa.

Selain itu, bila apa yang ada di dalam hati berbeda dengan apa yang diucapkan, maka apa yang dianggap adalah yang ada di dalam hati.

Di dalam Mughni Al-Muhtaj, Imam Al-Syirbini mengatakan , “(dan disunnahkah melafalkan) apa yang diniatkan (sebelum takbir) untuk lisan membantu hati & itu juga berguna untuk menjauhkan keragu-raguan (was-was).” (Mughni Al-Muhtaj 1/150)

  • Mazhab Imam Ahmad bin Hanbal

Dalam madzhab Imam Ahmad bin Hanbal, ada perbedaan mengenai pelafalan niat.

Pendapat pertama yang paling kuat adalah tidak melafalkannya atau tidak dilisankan.

Hal ini sesuai dengan pendapat Imam Ahmad bin Hanbal sendiri. Selain itu, ada pula ulama dari mazhab hambali yang menganggapnya sunah & disukai.

Tetapi, perbedaan ini tidak meruncing sehingga mengakibatkan perpecahan.

Dalam Al-Inshof, Imam Al-Mardawi menyatakan ,

“dan tidak disunnahkan (tidak disukai) melafadzkan niat dari 2 pendapat (sunnah dan tidak sunnah) yang ter-manshush dari Imam Ahmad”.  (Al-Inshof 1/110).

Dapat dikatakan bahwa masalah niat sebelum mengawali suatu ibadah adalah hal yang penting.

Oleh karena itu, seorang umat muslim wajib bersikap tegas mengenai permasalahan niat.

Bisa dikatakan bahwa posisi niat menurut banyak pendapat terkuat adalah ada di dalam hati.

Oleh karena itu, pelafalan niat menjadi suatu hal tambahan, terutama untuk menghilangkan keraguan.

Dari hal ini bisa disimpulkan bahwa memperkokoh niat didalam hati adalah hal pertama yang harus dikerjakan.

Tetapi, apabila ingin melisankan suatu niat, maka harus dipastikan bila suara yang diucapkan kita tidak mengganggu saudara muslim kita yang beribadah di samping.

Dengan demikian, semua pihak akan saling menghargai perbedaan pendapat.

Beberapa Bacaan Niat Dalam Ibadah. Bacaan Lafadz Niat Sholat Isya Dan Doa

Silahkan kunjungi kumpulan Lengkap Niat Ibadah Salat, Puasa, Zakat, Haji Dan Lain-Lainnya Dalam Islam ✅ 👉pada halaman disini.

Bagi Anda yang berpaham bahwa niat harus dilafazkan dalam ibadah adalah boleh, ada beberapa bacaan niat dalam suatu ibadah yang wajib Anda ketahui.

Beberapa niat tersebut adalah sebagai berikut:

Niat Dalam Sholat

Bacaan niat dalam sholat dibedakan sesuai dengan solat yang akan diamalkan, yaitu:

  • Niat sholat subuh: Usholli Fardlon Shubhi Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala
  • Niat solat Dzuhur: Usholli Fardlon dhuhri Arba’a Rok’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala
  • Bacaan niatsholat Ashar: Usholli Fardlol Ashri Arba’a Roka’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala
  • Niat sholat Magrib: Usholli Fardlol Maghribi Tsalaatsa Roka’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala
  • Niat sholat Isya’: Usholli Fardlol I’syaa-i Arba’a Roka’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala.
✅ Bacaan Lafadz Niat Sholat Isya Dan Doa ✅⭐. Niat Shalat Fardhu Ramadhan Puasa Senin Kamis Daud Haji Zakat Infaq Sodaqoh Mandi junub

Niat Puasa

Niat dalam ibadah puasa juga dibedakan sesuai dengan puasa yang dikerjakan, yaitu:

  • Niat puasa Ramadhan: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta’aala
  • Bacaan niat puasa syawal: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatis Syawwali lillahi ta‘ala
  • Bacaan niat puasa arafah: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati Arafah lillahi ta‘ala
  • Niat puasa as syura: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatil asyura lillahi ta‘ala.

Niat Dalam Haji  & Umroh

Tidak seperti ibadah lainnya seperti salat puasa zakat mandi wajib dan amal Ibadah lain, Ibadah saat akan berhaji adalah amal ibadah yang oleh Rasulullah SAW mengucapkan niat ibadahnya dengan lisan berdasarkan riwayat. 

Untuk menyempurnakan saat beribadah haji dan umrah, maka ada niat yang harus dilisankan.

Demikian penjelasan tentang niat dalam beribadah dan kedudukannya dalam Islam. Perihal niat memang hal yang penting. Semoga info ini bisa bermanfaat.

wallahu a’lam bishawab

Bila Anda ingin mencari niat ibadah lain seperti ibadah solat Wajib dan Sunnah, niat sholat jamak, Ibadah Puasa Wajib dan Sunnah, niat mandi wajib, mandi junub, niat zakat, infaq dan niat ibadah lainnya, untuk lebih lengkap dan detailnya silahkan kunjungi 👉 halaman niat ibadah disini.

Jazakallahu Khairan, terima kasih anda sudah berkunjung ke halaman website resmi kami di http://ummatanwasatan.net, Bacaan Lafadz Niat Sholat Isya Dan Doa.