Categories
Niat

Bacaan Lafadz Niat Sholat 5 Dikerjakan Sendiri

Assalamualaikum , Jazakallahu Khair, terima kasih anda sudah mengunjungi halaman web resmi kami di Ummatan Wasatan, Bacaan Lafadz Niat Sholat 5 Dikerjakan Sendiri.

Kumpulan Niat Solat Puasa Haji Zakat Infaq & Niat Ibadah Lainnya  Serta Pendapat Imam Empat Mazhab

✅ Bacaan Lafadz Niat Sholat 5 Dikerjakan Sendiri ✅⭐. Niat Sholat Fardhu Ramadhan Puasa Senin Kamis Daud Haji Zakat Infaq Sodaqoh Mandi junub

Silahkan kunjungi kumpulan Lengkap Niat Ibadah Sholat, Puasa, Zakat, Haji Dan Banyak lainnya Dalam Agama Islam ✅ 👉 halaman disini.

إنما الأ عمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى

Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya & seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan” (HR Bukhari & Muslim)

Dalam Islam, apalagi tentang amal ibadah, niat merupakan salah satu hal yang penting.

Niat yang muncul untuk melakukan ibadah nanti akan mempengaruhi kesempurnaan dalam amalan ibadah tersebut.

Ibadah yang dilandasi dengan niat yang benar, tentu dapat menjadi lebih sempurna dan berkah yang kita peroleh akan semakin banyak pula.

Dalam suatu hadits riwayat, dijelaskan dari Umar RA, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,

Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari Muslim, & empat imam Ahli Hadits)

Tetapi, terkait niat ini, ada perbedaan pendapat mengenai persoalan niat. Perbedaan pendapat ini tentunya harus menjadi sebuah hal baru untuk anda pelajari.

Perbedaan pendapat yang timbul sebenarnya semakin menjelaskan bagaimana posisi niat dalam Islam.

Tentu, hanya disebabkan pentingnya suatu niat saat akan memulai ibadah maka perbedaan niat ini pun menjadi perbincangan oleh berbagai khalayak umat muslim.

Hukum Niat Ibadah Menurut Empat Mazhab

Bagaimanakah dengan Rasulullah, sahabat Rasul, Tabi’in & Tabi’ut Tabi’in mengenai pelaksanaan niat ini ?

Nabi Muhammad SAW sendiri tidak melafazkannya kecuali ketika akan beribadah Haji.

Perbedaan terkait niat dalam memulai amal ibadah yang muncul di kalangan muslim adalah bagaimanakah pelaksaan niat tersebut, apakah diucapkan dengan lisan atau hanya cukup di dalam hati.

Kadang-kadang, perbedaan mengenai niat ini bisa menjadi runcing dan menjadi pemecah di kalangan muslim. Tentu, masalah seperti ini patut disayangkan.

Oleh sebab itu, mengetahui bagaimana hukum syar’i niat menurut imam 4 mazhab adalah sangat penting.

Dengan demikian, ada pengetahuan fikih yang sangat kuat mengenai niat sehingga perbedaan yang muncul dapat didudukkan sesuai dengan hukum Islam dan ketegangan umat akan mereda.

Adapun secara detail pendapat imam empat mazhab mengenai hukum niat adalah sebagai berikut:

  • Mazhab Al-Hanafiyah

Menurut mazhab Hanafi, melafalkan niat dalam suatu ibadah merupakan salah satu hal yang disukai & tidak dilarang. Pelafazan ini bahkan dianjurkan dengan tujuan untuk mengokohkan apa yang telah diyakini dalam hati seorang umat muslim, terutama disaat akan mengamalkan suatu ibadah, terutama nazar.

Dalam kitab Al-Asybah wa Al-Nazoir, Imam Ibnu Nujaim berkata yang artinya, “dan yang menjadi pendapat pilihan (madzhab) ialah (melafadzkan niat itu) Mustahabb (disukai), dan ini tidak berlaku untuk beberpa masalah, seperti nadzar. Karena nadzar tidak cukup hanya niat tapi justru harus melafadzkan” (Al-Asybah wa Al-Nazoir 41)

  • Madzhab Maliki

Menurut madzhab Al-Malikiyah, melafalkan niat ketika hendak beribadah bukan sesuatu hal yang terlarang. Namun, akan lebih baik jika tidak mengucapkannya.

Hal ini berlaku juga untuk mereka yang telah mempunyai niat yang kokoh di dalam hati. Bila seorang umat muslim masih ragu dengan niatnya, maka pengucapan niat diperlukan untuk menghapus keraguannya.

Didalam kitab Hasyiyah Al-Dusuqi disebutkan , “itu menyelisih yang lebih utama (utamanya tidak diucapkan), akan tetapi dikecualikan bagi mereka yang peragu, baginya itu justru lebih baik dilafadzkan agar hilang keragu-raguannya”. (Hasyiyah Al-Dusuqi 1/234)

  • Mazhab Al-Syafi’iyyah

Didalam perihal pengucapan niat ketika hendak ibadah, bisa dikatakan bahwa mazhab Al-Syafi’iyyah adalah mazhab yang paling populer yang menekankan pada pelafazan niat.

Hal ini disebabkan ulama-ulama yang ada di mazhab ini berpendapat bila pelafazan suatu niat merupakan hal yang sunah dan beberapa diantaranya ditekankan untuk beberapa jenis ibadah.

Pengucapan niat diamalkan memiliki tujuan untuk memantapkan apa yang sudah ada di dalam hati.

Tetapi, jika meninggalkannya karena hati yang telah mantap pun tidak apa-apa.

Selain itu, jika apa yang ada di hati berbeda dengan apa yang di lisan, maka apa yang dianggap adalah yang ada di hati.

Dalam Mughni Al-Muhtaj, Imam Al-Syirbini menerangkan yang artinya, “(dan disunnahkah mengucapkan) apa yang diniatkan (sebelum takbir) untuk lisan membantu hati & itu juga berguna untuk menjauhkan keragu-raguan (was-was).” (Mughni Al-Muhtaj 1/150)

  • Mazhab Imam Ahmad bin Hanbal

Dalam madzhab Hambali, terdapat perbedaan terkait pengucapan niat.

Pendapat pertama yang paling kuat adalah tidak melafalkannya atau tidak dilisankan.

Hal ini sesuai dengan pendapat Imam Ahmad bin Hanbal. Selain itu, ada juga ulama dari mazhab hambali yang menganggapnya sunah dan disukai.

Tetapi, perbedaan ini tidak meruncing sehingga mengakibatkan perpecahan.

Dalam Al-Inshof, Imam Al-Mardawi menyatakan yang artinya,

“dan tidak disunnahkan (tidak disukai) melafadzkan niat dari 2 pendapat (sunnah dan tidak sunnah) yang ter-manshush dari Imam Ahmad”.  (Al-Inshof 1/110).

Bisa disimpulkan bahwa masalah niat sebelum mengawali suatu amal ibadah adalah hal yang penting.

Oleh sebab itu, seorang umat muslim wajib bersikap tegas mengenai niat.

Bisa dikatakan bahwa posisi niat menurut banyak pendapat paling kuat adalah ada di dalam hati.

Oleh karena itu, pelafalan niat menjadi suatu tambahan, terutama untuk membuang keraguan.

Dari hal ini bisa disimpulkan bahwa memantapkan niat didalam hati adalah hal pertama yang harus dikerjakan.

Namun, apabila ingin mengucapkan suatu niat dalam beribadah, maka harus dipastikan jika suara yang diucapkan tersebut tidak mengganggu saudara muslim kita yang beribadah di samping.

Dengan demikian, semua umat muslim akan saling menghargai perbedaan pendapat.

Beberapa Bacaan Niat Dalam Ibadah. Bacaan Lafadz Niat Sholat 5 Dikerjakan Sendiri

Silahkan kunjungi kumpulan Niat Ibadah Solat, Puasa, Zakat, Haji & Amal Ibadah Lainnya Dalam Agama Islam ✅ 👉 halaman disini.

Bagi Anda yang memiliki pendapat bahwa niat harus dilafalkan dalam ibadah adalah boleh, ada beberapa bacaan niat dalam ibadah yang wajib diketahui.

Beberapa niat tersebut adalah sebagai berikut:

Niat Dalam Salat

Bacaan niat didalam salat dibedakan sesuai dengan salat yang akan dilaksanakan, yaitu:

  • Niat sholat subuh: Usholli Fardlon Shubhi Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala
  • Bacaan niat sholat zuhur: Usholli Fardlon dhuhri Arba’a Rok’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala
  • Bacaan niatshalat Ashar: Usholli Fardlol Ashri Arba’a Roka’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala
  • Niat salat Maghrib: Usholli Fardlol Maghribi Tsalaatsa Roka’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala
  • Bacaan niat sholat Isya’: Usholli Fardlol I’syaa-i Arba’a Roka’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala.
✅ Bacaan Lafadz Niat Sholat 5 Dikerjakan Sendiri ✅⭐. Niat Shalat 5 Waktu Ramadhan Puasa Senin Kamis Daud Haji Zakat Infaq Sodaqoh Mandi junub

Niat Dalam Puasa

Bacaan niat dalam puasa juga dibedakan sesuai dengan puasa yang dilaksanakan, yaitu:

  • Niat puasa Ramadhan: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta’aala
  • Bacaan niat puasa syawal: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatis Syawwali lillahi ta‘ala
  • Niat puasa arafah: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati Arafah lillahi ta‘ala
  • Niat puasa as syura: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatil asyura lillahi ta‘ala.

Niat Haji  & Umrah

Tidak seperti ibadah lainnya seperti shalat puasa zakat mandi wajib dan ibadah lainnya, Ibadah Haji adalah amal ibadah yang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melafazkan niat ibadahnya dengan lisan berdasarkan beberapa riwayat Hadits. 

Untuk kesempurnaan ibadah haji dan umroh, maka ada niat yang harus dilisankan.

Demikian pembahasan tentang niat dalam beribadah dan kedudukannya dalam Islam. Perihal niat memang hal yang penting. Semoga info ini bermanfaat.

wallahu a’lam bishawab

Jika Anda yang ingin mencari niat ibadah lain seperti ibadah shalat Wajib & Sunnah, niat sholat jamak, Ibadah Puasa Wajib dan Sunnah, niat mandi wajib, mandi junub, niat zakat, infaq & niat ibadah lainnya, lebih lengkapnya silahkan Anda kunjungi 👉 halaman niat ibadah disini.

Jazakallahu Khair, terima kasih telah mengunjungi web resmi kami di www.ummatanwasatan.net, Bacaan Lafadz Niat Sholat 5 Dikerjakan Sendiri.