<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ummatan Wasatan &#187; Hikmah</title>
	<atom:link href="http://ummatanwasatan.net/category/hikmah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ummatanwasatan.net</link>
	<description>Menjana Kecemerlangan Ummah</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 10:16:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Ditolaknya Taubat Firaun</title>
		<link>http://ummatanwasatan.net/2012/01/ditolaknya-taubat-firaun/</link>
		<comments>http://ummatanwasatan.net/2012/01/ditolaknya-taubat-firaun/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 05:20:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummatanwasatan.net/?p=12108</guid>
		<description><![CDATA[“Mengapa baru sekarang (kamu beriman), padahal sesungguhnya engkau telah derhaka sejak dahulu, dan engkau termasuk orang yang berbuat kerosakan.” (Yunus: 91) Ada pelajaran penting yang dapat diambil dalam kisah tentang penyesalan Firaun di penghujung hidupnya yang ditolak oleh Allah s.w.t. Allah memberikan banyak waktu kepada manusia untuk merenungkan keberadaan mereka di dunia ini dan untuk memahami bahawa mereka adalah hamba Allah. Para utusan Allah, dengan firman-firman Allah dan para pengikut setianya menyampaikan ajaran Allah kepada manusia. Manusia memiliki banyak waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ummatanwasatan.net/2012/01/ditolaknya-taubat-firaun/firaun-2/" rel="attachment wp-att-12109"><img class="alignnone size-full wp-image-12109" title="firaun" src="http://ummatanwasatan.net/wp-content//firaun.jpg" alt="" width="384" height="192" /></a></p>
<p><em>“Mengapa baru sekarang (kamu beriman), padahal sesungguhnya engkau telah derhaka sejak dahulu, dan engkau termasuk orang yang berbuat kerosakan.” </em>(Yunus: 91)</p>
<p>Ada pelajaran penting yang dapat diambil dalam kisah tentang penyesalan Firaun di penghujung hidupnya yang ditolak oleh Allah s.w.t.</p>
<p>Allah memberikan banyak waktu kepada manusia untuk merenungkan keberadaan mereka di dunia ini dan untuk memahami bahawa mereka adalah hamba Allah.</p>
<p>Para utusan Allah, dengan firman-firman Allah dan para pengikut setianya menyampaikan ajaran Allah kepada manusia.</p>
<p>Manusia memiliki banyak waktu dan kesempatan untuk menyedari pesan-pesan itu dan akhirnya memohon pengampunan Allah.</p>
<p>Ketika ajal telah mendekat, seseorang dapat melihat dengan jelas kenyataan dan kemungkinan yang akan terjadi di alam baqa dan dapat menyaksikan kebenaran saat berhadapan dengan malaikat pencabut nyawa.</p>
<p>Saat itu, seseorang tidak mungkin lagi menolak kebenaran. Namun, yang penting adalah melatih kesedaran seseorang dan berupaya untuk selalu ikhlas selama hidup di dunia, yakni ketika ia tengah diuji.</p>
<p>Melalui masa ujiannya, Firaun telah bersikap tidak hormat dan melawan Allah. Kerana itu, taubatnya yang didorong oleh ketakutan menjelang ajal tidak tidak berupaya menyelamatkannya.</p>
<p>Peristiwa ini harus menjadi peringatan penting bagi mereka yang percaya pada nilai ‘menikmati hidup sepuasnya’ dan menunda taubat pada usia tua nanti.</p>
<p>Bagaimanapun, memenuhi kewajipan keagamaan tidak boleh ditunda-tunda kecuali bagi mereka yang diizinkan Allah.</p>
<p>Manusia yang menunda kewajipan keagamaannya ketika masih muda akan mencapai tahap akhir kehidupannya yang saat itu iman dan taubatnya menjadi tidak berharga lagi.</p>
<p>Firaun beriman pada penghujung hidupnya. Ia pun meminta pengampunan yang ditolak Allah.</p>
<p>Firman Allah s.w.t yang bermaksud:</p>
<p><em>“Mereka didedahkan kepada bahang api neraka pada waktu pagi dan petang (semasa mereka berada dalam alam Barzakh); dan pada hari berlakunya kiamat (diperintahkan kepada malaikat): “Masukkanlah Firaun dan pengikut-pengikutnya ke dalam azab seksa api neraka yang seberat-beratnya! Dan (ingatkanlah perkara yang berlaku) semasa orang-orang yang kafir dan yang menderhaka berbantah-bantahan dalam neraka, iaitu orang-orang yang lemah (yang menjadi pengikut) berkata kepada pemimpin-pemimpinnya yang sombong takbur: “Sesungguhnya kami telah menjadi pengikut-pengikut kamu, maka dapatkah kamu menolak dari kami sebahagian daripada azab neraka ini? Orang-orang yang sombong angkuh itu menjawab: “Sebenarnya kita semua menderita bersama-sama dalam neraka (tidak ada jalan untuk kita melepaskan diri), kerana sesungguhnya Allah telah menetapkan hukuman-Nya di antara sekalian hamba-Nya.”</em> (Ghaffir: 46-48)</p>
<p>Di alam baqa, melalui kehendak Allah, kita akan melihat penyeksaan yang menimpa Firaun dan kaumnya yang telah menyeksa Musa a.s dan para pengikut baginda.</p>
<p>Sementara itu, saat ini, kita seharusnya berdoa kepada Allah untuk menjadikan kita sebagai orang yang akan menyaksikan seksaan terhadap Firaun, bukan menjadi bahagian orang yang berada bersama Firaun di neraka, melainkan menjadi bahagian daripada para hamba-Nya yang bijak di dalam syurga.</p>
<p><strong><em>Susunan MUHAMMAD IQBAL</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummatanwasatan.net/2012/01/ditolaknya-taubat-firaun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bidadari Dalam Keluarga</title>
		<link>http://ummatanwasatan.net/2012/01/bidadari-dalam-keluarga/</link>
		<comments>http://ummatanwasatan.net/2012/01/bidadari-dalam-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 04:54:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummatanwasatan.net/?p=12041</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah pengakuan yang sangat menarik daripada seorang suami: Aku rasa isteriku adalah kurnia terindah yang Allah berikan kepadaku. Saat di dalam rumah, ia selalu berusaha memanjakanku. Kemahuanku selalu dia penuhi sebelum dirinya. Saataku pergi meninggalkan rumah, tidak ada gelisah atas anak-anak dan hartaku. Aku percaya ia tidak akan mengabaikan mereka. Aku yakin ia akan sentiasa menjaga kehormatan diri dan keluarganya. Saat aku di tempat kerja, bahkan saat di luar kota, seringkali ia menelefon menanyakan keadaanku. Saat aku sakit, ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ummatanwasatan.net/2012/01/bidadari-dalam-keluarga/wanita-3/" rel="attachment wp-att-12042"><img class="alignnone size-full wp-image-12042" title="wanita" src="http://ummatanwasatan.net/wp-content//wanita.png" alt="" width="415" height="309" /></a></p>
<p>Ada sebuah pengakuan yang sangat menarik daripada seorang suami:</p>
<p><em>Aku rasa isteriku adalah kurnia terindah yang Allah berikan kepadaku. Saat di dalam rumah, ia selalu berusaha memanjakanku. Kemahuanku selalu dia penuhi sebelum dirinya. Saataku pergi meninggalkan rumah, tidak ada gelisah atas anak-anak dan hartaku. Aku percaya ia tidak akan mengabaikan mereka. Aku yakin ia akan sentiasa menjaga kehormatan diri dan keluarganya.</em></p>
<p><em>Saat aku di tempat kerja, bahkan saat di luar kota, seringkali ia menelefon menanyakan keadaanku. Saat aku sakit, ia menjadi yang begitu prihatin dengankeadaanku. Dan dengan panggilan sayang yang sering ia ucapkan, aku menjadi begitu bahagia. Aku merasa, bahawa kehadiranku di dunia ini, keberadaanku di tengah-tengah mereka menjadi semakin berharga.</em></p>
<p><em>Isteriku juga akan sangat bahagia saat aneka masakan dan kuih-muih yang dibuat kami nikmati dengan lahapnya. Ia begitu senang saat dapat memberikannya kepada jiran tetangga. Ia selalu menyokong setiap kebaikan yang aku lakukan. Ia tidak pernah memberatkanku dengan segala macam tuntutan yang susah untuk aku penuhi. Ia lebih tenang dan senang apabila kami berkumpul bersama di dalam rumah, berjalan-jalan di pusat membeli-belah atau di tempat-tempat hiburan dan rekreasi.</em></p>
<p><em>Bahkan, saat kami kesulitan wang, ia tidak menjual perhiasan yang dipakainya secara diam-diam. Menyedari segala kebaikan yang diberikannya kepadaku, aku merasa sangat miskin kebaikanku.</em></p>
<p><em>Aku rasa berhutang budi begitu banyak terhadapnya. Seperti apa yang selama ini aku berikan sangat tidak sebanding dengan segenap kebaikan yang ia berikan kepadaku. Dan aku menjadi semakin terharu, saat menawarkan sedikit kemewahan, tetapi ia menolak dan lebih memilih hidup seada-adanya.</em></p>
<p><em>Saat aku memberi sesuatu yang membahagiakannya, tidak lupa ucapan terima kasih dan doa mengalir dari bibirnya. Ini semakin memacu semangatku untuk mengimbangi segala kebaikannya dengan mempersembahkan kebahagian untuknya.</em></p>
<p><em>Anak-anakku begitu bahagia saat berada dekatnya. Kami berasa begitu sedih dan kehilangan saat ia marah kerana sikap atau perkataan kami yang tidak berkenan di hatinya. Dan aku menjadi semakin terharu, saat ia mengatakan tidak keberatan untuk mencarikanku isteri lagi. “Bagaimana mungkin aku memerlukan wanita lain kalau kamu adalah wanita terbaik yang aku miliki?” Apa lagi yang aku cari daripada seorang wanita?</em></p>
<p><em>Sejujurnya kuakui, setelah Allah dan Rasul-Nya, ia adalah sumber kebahagiaan kami. Tapi saat aku mengakui dengan sejujurnya akan hal itu kepadanya, ia hanya tertawa dan menganggapnya hanya rayuan belaka. Wahai sayangku, semoga Allah membalas semua kebaikanmu dengan syurga-Nya yang terindah. Engkau adalah bidadari yang Allah kurniakan padaku di dunia.</em></p>
<p>Subhanallah, betapa mulianya jika seorang isteri mampu menjadi pendamping setia bagi sang suami. Dan betapa agung kedudukannya di hati sang suami saat ia mampu memikat perasaan sang suami dengan segala kemuliaan yang ada dalam dirinya. Dan saat suaminya berkata kepadanya, ia akan mengatakan, “Aku mendengar dan mentaati”, sama seperti yang dikhabarkan Rasullullah s.a.w kepada para sahabatnya.”</p>
<p>Diriwayatkanoleh Imam Thabrani dalam <em>Al- Ausath</em> (5806).</p>
<p><em>“Mahukah aku khabarkan kepada kalian tentang isteri kalian yang berada di syurga?” Kami berkata, “Ya wahai Rasulullah.” Baginda bersabda: “Dia adalah wanita yang sangat mencintai lagi subur, bila sedang marah atau sangat kecewa atau suaminya sedang marah maka ia berkata, “Inilah tanganku aku letakkan di tanganmu dan aku tidak akan memejamkan mata sebelum engkau reda kepadaku.”</em></p>
<p>Pada akhirnya, sebuah kebaikan yang diperlihatkan secara tulus akan berbalas kebaikan pula. Dan sebuah kerja keras dan ketabahan yang sentiasa ditanam tentu akan membuahkan hasil yang lebat dan indah. Maka, janganlah kita bosan untuk memperlihatkan kebaikan kepada orang- orang yang dicintai, terutama terhadap keluarga.</p>
<p>Dan alangkah indahnya saat kita menjadi orang yang sangat berharga. Orang yang sentiasa dirindukan. Orang yang sentiasa diperlukan dan diharapkan kehadirannya. Orang yang sentiasa dihormati dan disayangi.</p>
<p><strong><em>Susunan MUHAMMAD QASIM</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummatanwasatan.net/2012/01/bidadari-dalam-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Zakat Rahmat Buat Ummah</title>
		<link>http://ummatanwasatan.net/2012/01/zakat-rahmat-buat-ummah/</link>
		<comments>http://ummatanwasatan.net/2012/01/zakat-rahmat-buat-ummah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 03:54:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummatanwasatan.net/?p=12018</guid>
		<description><![CDATA[Zakat adalah salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh orang Islam yang mencukupi syarat-syaratnya. Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud: “Islam didirikan di atas lima perkara, iaitu bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan solat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan mengerjakan haji ke Baitullah bagi sesiapa yang berkemampuan.” (Muttafaq &#8216;Alaih) Zakat merupakan salah satu bukti kesyumulan ajaran Islam. Ini kerana, Islam bukan hanya mengajar umatnya memelihara hubungan dengan pencipta yang Maha Esa dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ummatanwasatan.net/2012/01/zakat-rahmat-buat-ummah/zakat-4/" rel="attachment wp-att-12019"><img class="alignleft size-full wp-image-12019" title="zakat" src="http://ummatanwasatan.net/wp-content//zakat3.jpg" alt="" width="340" height="250" /></a></p>
<p>Zakat adalah salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh orang Islam yang mencukupi syarat-syaratnya.</p>
<p>Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud:<em><br />
</em></p>
<p><em>“Islam didirikan di atas lima perkara, iaitu bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan solat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan mengerjakan haji ke Baitullah bagi sesiapa yang berkemampuan.” </em>(Muttafaq &#8216;Alaih)</p>
<p>Zakat merupakan salah satu bukti kesyumulan ajaran Islam. Ini kerana, Islam bukan hanya mengajar umatnya memelihara hubungan dengan pencipta yang Maha Esa dengan melakukan ibadah seperti solat, zikir, puasa dan ibadah lain yang berbentuk kerohanian.</p>
<p>Akan tetapi, Islam turut mengajar umatnya agar memelihara hubungan sesama manusia dengan memberikan harta kekayaan yang dimiliki untuk dikongsi bersama orang yang sangat memerlukan.</p>
<p>Bahkan, pensyariatan zakat merupakan bukti bahawa Islam adalah agama yang mengambil berat tentang sistem ekonomi, sosial, pembangunan fizikal, pendidikan dan seluruh aspek kehidupan manusia.<em><br />
</em></p>
<p>Atas dasar itulah, Allah s.w.t telah menurunkan panduan kepada umat Islam dengan  enentukan siapakah golongan yang layak menerima zakat.</p>
<p>Firman Allah SWT dalam surah at-Taubah ayat 60 yang bermaksud:<em><br />
</em></p>
<p><em>“Sesungguhnya sedekah-sedekah (zakat) itu hanyalah untuk orang fakir dan orang miskin, dan amil-amil yang mengurusnya, dan orang mualaf yang dijinakkan hatinya (dengan Islam), dan untuk hamba-hamba yang hendak memerdekakan dirinya, dan orang yang berhutang, dan untuk (dibelanjakan pada) jalan Allah, dan orang musafir (yang putus bekalan) dalam perjalanan. (Ketetapan hukum yang demikian itu ialah) sebagai satu ketetapan (yang datangnya) daripada Allah. (Ingatlah) Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.&#8221;</em></p>
<p>Jelaslah, bahawa golongan yang berhak menerima zakat telah ditentukan oleh Allah s.w.t yang Maha Bijaksana. Pengagihan dan penyaluran zakat adalah matlamat utama kenapa ibadah ini disyariatkan kepada umat Islam.</p>
<p>Mereka yang tidak tergolong  dalam asnaf yang dinyatakan dalam ayat di atas, adalah tidak layak menerima zakat, bahkan haram menerimanya kerana ia sebenarnya telah mengambil hak asnaf yang telah ditentukan oleh Allah s.w.t.</p>
<p>Bahkan, menurut pendapat sebahagian ulama, orang yang mengeluarkan zakat dengan menyerahkannya kepada golongan yang bukan asnaf, hukum zakatnya adalah tidak sah dan ia masih tidak terlepas daripada kewajipan mengeluarkan zakat.</p>
<p>Oleh itu, zakat mesti diberikan kepada orang-orang yang berhakmenerimanya berdasarkan hukum yang telah ditentukan oleh Allah s.w.t.<strong><em><br />
</em></strong></p>
<p><strong><em>Susunan MOHD NAIM AHMAD</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummatanwasatan.net/2012/01/zakat-rahmat-buat-ummah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arak Ibu Segala Kerosakan</title>
		<link>http://ummatanwasatan.net/2012/01/arak-ibu-segala-kerosakan/</link>
		<comments>http://ummatanwasatan.net/2012/01/arak-ibu-segala-kerosakan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 06:10:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummatanwasatan.net/?p=12005</guid>
		<description><![CDATA[Islam adalah agama yang mengajak manusia kepada kebaikan serta menghindari dan menjauhi segala perkara yang membawa kepada keburukan dan kemudaratan. Wajib ke atas setiap umat Islam untuk menjaga diri mereka sendiri daripada terjerumus ke lembah kemaksiatan dan haram hukumnya seseorang itu meletakkan dirinya sendiri dalam keadaan merbahaya dan ke arah kemudaratan. Kesannya lebih besar lagi sekiranya kemudharatan itu turut melibatkan orang lain. Islam bukanlah agama yang hanya menyentuh aspek rohani semata-mata. Ia bukannya agama yang hanya membincangkan soal ketuhanan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ummatanwasatan.net/2012/01/arak-ibu-segala-kerosakan/arak/" rel="attachment wp-att-12006"><img class="alignleft size-full wp-image-12006" title="arak" src="http://ummatanwasatan.net/wp-content//arak.jpg" alt="" width="300" height="296" /></a></p>
<p>Islam adalah agama yang mengajak manusia kepada kebaikan serta menghindari dan menjauhi segala perkara yang membawa kepada keburukan dan kemudaratan.</p>
<p>Wajib ke atas setiap umat Islam untuk menjaga diri mereka sendiri daripada terjerumus ke lembah kemaksiatan dan haram hukumnya seseorang itu meletakkan dirinya sendiri dalam keadaan merbahaya dan ke arah kemudaratan.</p>
<p>Kesannya lebih besar lagi sekiranya kemudharatan itu turut melibatkan orang lain.<strong><br />
</strong></p>
<p>Islam bukanlah agama yang hanya menyentuh aspek rohani semata-mata. Ia bukannya agama yang hanya membincangkan soal ketuhanan dan ibadat sahaja. Islam menekankan cara hidup yang menepati fitrah manusia dari sudut rohani dan jasmani, mental dan fizikal luaran dan dalaman manusia itu sendiri.</p>
<p>Kita yakin bahawa dengan Islam, seseorang manusia itu akan merasa sangat bahagia apabila aspek-aspek ini dapat dipenuhi dengan jayanya.<strong><br />
</strong></p>
<p>Berdasarkan ayat yang telah dibacakan pada pendahuluan khutbah ini, menjelaskan sesungguhnya Allah s.w.t telah mengharamkan kepada kita suatu jenis minuman yang disebut sebagai ‘al-khamar’.</p>
<p>‘Al-khamar’ adalah minuman yang memabukkan yang sering kali disebut sebagai arak. Dalam dunia yang serba moden ini, arak dikenali dengan pelbagai nama dan jenama seperti wine, tuak dan sebagainya.</p>
<p>Arak adalah minuman yang boleh membawa kepada kemudharatan dan menjerumuskan peminumnya kepada kemaksiatan.</p>
<p>Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:</p>
<p><em>“</em><em>Arak itu ibu segala kejahatan, sesiapa yang meminumnya solatnya tidak diterima Allah selama 40 hari. Sekiranya ia mati arak itu masih di dalam perutnya, maka matinya sebagai seorang jahiliyah</em><em>.” </em>(Riwayat Daruqutni)</p>
<p>Sesungguhnya arak itu terlalu banyak keburukan dan kemudharatannya kepada manusia. Arak bukan sahaja boleh merosakkan fikiran dan kesihatan manusia. Malahan ia juga boleh menjadikan seseorang itu hilang pekerti dan rosak akhlak serta akidahnya.</p>
<p>Manusia yang ketagihan arak bukan sahaja akan memalingkan dirinya daripada mengingati Allah s.w.t, malahan lupa tanggungjawabnya sebagai hamba, lupa tanggungjawabnya sebagai ketua keluarga, bahkan mereka yang sedang hanyut dalam kemabukan arak akan mudah terdorong untuk melakukan dosa-dosa besar yang lain seperti berzina, bergaduh dan membunuh.</p>
<p>Ini kerana arak telah merosakkan pertimbangan akal mereka yang waras sehingga menyebabkan segala tindak-tanduknya hanya mengikut dorongan hawa nafsu semata-mata.</p>
<p>Arak akan membawa kepada masalah yang lebih besar iaitu keruntuhan institusi keluarga, masyarakat dan negara. Arak bukan sahaja menyebabkan peminumnya hilang pertimbangan diri, malahan ianya boleh membawa kepada ketagihan yang berpanjangan.</p>
<p>Penagih arak tidak lagi mempedulikan diri, keluarga dan masyarakat. Mereka hanya memikirkan bagaimana cara untuk memastikan bekalan arak diperolehi setiap masa sehingga sanggup bergaduh, mencuri malahan membunuh sekalipun untuk mendapatkan arak.</p>
<p>Cuba kita bayangkan keadaan masyarakat dan negara kita seandainya perkara ini semakin berleluasa. Keruntuhan sosial akan menjadi semakin kritikal ekoran daripada meluasnya penggunaan arak di kalangan masyarakat kita.</p>
<p>Maka benarlah seperti sabda Rasulullah s.a.w (maksud hadis di atas) bahawa arak adalah ibu kepada segala maksiat dan kerosakan.</p>
<p><strong><em>Susunan KHAIRUL NAIM</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummatanwasatan.net/2012/01/arak-ibu-segala-kerosakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenikmatan Yang Agung</title>
		<link>http://ummatanwasatan.net/2012/01/islam-kenikmatan-yang-agung-dan-sempurna/</link>
		<comments>http://ummatanwasatan.net/2012/01/islam-kenikmatan-yang-agung-dan-sempurna/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 02:13:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummatanwasatan.net/?p=7470</guid>
		<description><![CDATA[Nikmat yang sangat besar yang harus kita syukuri adalah iman dan Islam serta diciptakannya alam semesta untuk manusia, kemudian dipilihnya planet bumi sebagai planet yang selesa dan aman untuk tempat kita diami, dan dibuat-Nya untuk alam semesta, termasuk manusia, suatu sunnatullah yang tidak pernah berubah, sebagaimana firman Allah s.w.t yang bermaksud: “Dan kamu sekali tidak akan menjumpai perubahan pada sunnatullah.” (al-Ahzab: 62) Jika kita renungkan, bumi yang mengelilingi matahari, berenang dalam lintasan ellips, merenggang 147 juta km dan maksimum 152 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ummatanwasatan.net/2012/01/islam-kenikmatan-yang-agung-dan-sempurna/islam-3/" rel="attachment wp-att-12151"><img class="alignleft size-full wp-image-12151" title="islam" src="http://ummatanwasatan.net/wp-content//islam3.jpg" alt="" width="192" height="320" /></a></p>
<p>Nikmat yang sangat besar yang harus kita syukuri adalah iman dan Islam serta diciptakannya alam semesta untuk manusia, kemudian dipilihnya planet bumi sebagai planet yang selesa dan aman untuk tempat kita diami, dan dibuat-Nya untuk alam semesta, termasuk manusia, suatu sunnatullah yang tidak pernah berubah, sebagaimana firman Allah s.w.t yang bermaksud:</p>
<p><em>“Dan kamu sekali tidak akan menjumpai perubahan pada sunnatullah.”</em> (al-Ahzab: 62)</p>
<p>Jika kita renungkan, bumi yang mengelilingi matahari, berenang dalam lintasan ellips, merenggang 147 juta km dan maksimum 152 juta km dengan kecepatan 29.79 saat, melenyapkan tahun demi tahun dengan kecepatan 1118 km ketika berpusing siang dan malam. Andaikan saja tidak ada ketetapan dalam sunnatullah ini atau bumi dan planet yang lainnya tidak mahu taat pada aturan-Nya, seperti kebanyakan sifat manusia, nescaya tarikan ke dalam dan keluar akan tersita, lalu bumi akan menjadi gersang ataupun beku sehingga menjadi tempat tinggal yang tidak memerlukan insan. Sungguh segala puji bagi Allah s.w.t yang mencipta sunnatullah ini bersifat tetap.</p>
<p>Kita juga melihat keteraturan alam semesta ini pada dunia, haiwan dan tumbuh-tumbuhan. Mereka sentiasa tunduk kepada aturan-aturan-Nya, mereka sentiasa konsisten dengan aturan-aturan yang diciptakan untuk mereka.</p>
<p>Ketika Allah swt telah membuat hidup mereka berpasang-pasangan, hampir tidak pernah  kita jumpai, bahkan dalam sebuah kandang sekalipun tidak ada haiwan jantan kahwin dengan haiwan jantan atau sebaliknya.</p>
<p>Mereka semua tunduk dan bertasbih kepada Allah s.w.t sebagaiman firman Allah s.w.t dalam surah al-Jumu’ah ayat 1 yang bermaksud:</p>
<p><em>“Sentiasa bertasbih kepada Allah s.w.t apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”</em></p>
<p>Bagaimanapun, manusia yang diberi kelebihan nikmat yang paling utama berupa akal, ternyata tidaklah cukup dengan aturan-aturan alam semesta ini saja. Manusia dengan akal dan potensi hidup lainnya berupa keperluan jasmani, naluri dan hawa nafsunya yang ternyata mampu melakukan penyimpangan daripada aturan-aturan Allah s.w.t, sehingga hal ini tidak kita temui dalam reban ayam sekalipun justeru saat ini kita temui pada kehidupan manusia, kita dapati lelaki berkahwin dengan lelaki, wanita berkahwin dengan wanita, bahkan manusia berkahwin dengan alat yang dibuatnya sendiri. Dari akibat itul manusia seperti inilah yang melakukan kerosakan yang dahsyat baik berupa penyakit kelamin, kerosakan moral dan kerosakan lain yang terjadi di darat mahupun di laut.</p>
<p>Merupakan kenikmatan yang agung, sempurna dan satu-satunya yang akan menjamin tercapainya kebahagiaan hidup manusia, baik di dunia mahupun akhirat, yang jika kita bandingkan dengan nikmat alam semesta ini, nescaya alam semesta dan di dunia ini tidak bererti apa-apa, itulah adalah nikmat iman dan Islam.</p>
<p>Allah s.w.t berfirman yang bermaksud:</p>
<p><em>“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu  ad-Din (agama dan jalan hidup), dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan Aku redai Islam menjadi agamamu.” </em>(al-Maidah: 3)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Susunan KAMARIAH AHMAD</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummatanwasatan.net/2012/01/islam-kenikmatan-yang-agung-dan-sempurna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persediaan Alam Persekolahan</title>
		<link>http://ummatanwasatan.net/2012/01/persediaan-alam-persekolahan/</link>
		<comments>http://ummatanwasatan.net/2012/01/persediaan-alam-persekolahan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 08:50:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummatanwasatan.net/?p=12088</guid>
		<description><![CDATA[Bersempena sesi persekolahan yang baru, kita ingin mengingatkan anak-anak kita agar membuat persediaan yang secukupnya bagi mengharungi cabaran yang bakal ditempuhi. Persediaan yang paling penting dan paling utama hendaklah memastikan niat yang betul iaitu menuntut ilmu semata-mata mencari keredaan Allah s.w.t. Para pelajar juga hendaklah bertekad untuk menimba ilmu pengetahuan sebanyak yang mungkin sehingga ke peringkat yang tertinggi. Para pelajar hendaklah berazam untuk berusaha dengan gigih agar dapat mencapai kejayaan yang cemerlang dan menjadi insan yang dapat memberikan manfaat kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ummatanwasatan.net/2012/01/persediaan-alam-persekolahan/sekolah-2/" rel="attachment wp-att-12089"><img class="alignleft size-full wp-image-12089" title="sekolah" src="http://ummatanwasatan.net/wp-content//sekolah1.jpg" alt="" width="320" height="240" /></a></p>
<p>Bersempena sesi persekolahan yang baru, kita ingin mengingatkan anak-anak kita agar membuat persediaan yang secukupnya bagi mengharungi cabaran yang bakal ditempuhi.</p>
<p>Persediaan yang paling penting dan paling utama hendaklah memastikan niat yang betul iaitu menuntut ilmu semata-mata mencari keredaan Allah s.w.t. Para pelajar juga hendaklah bertekad untuk menimba ilmu pengetahuan sebanyak yang mungkin sehingga ke peringkat yang tertinggi.</p>
<p>Para pelajar hendaklah berazam untuk berusaha dengan gigih agar dapat mencapai kejayaan yang cemerlang dan menjadi insan yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat pada masa akan datang.</p>
<p>Persediaan yang tidak kurang pentingnya juga ialah memastikan fizikal dan mental anak-anak kita sentiasa berada dalam keadaan yang baik. Sesungguhnya tubuh badan yang sihat dan kuat itu adalah lebih baik berbanding tubuh badan yang lemah.</p>
<p>Daripada Abi Hurairah r.a, Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:</p>
<p><em>”</em><em>Mukmin yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah</em><em>.” </em>(Riwayat Muslim)</p>
<p>Selain daripada itu, anak-anak hendaklah mendapatkan restu daripada kedua ibubapa sebelum mereka melangkahkan kaki ke sekolah.</p>
<p>Daripada Abdullah bin Amru bin al-Ash ra.a, sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud:</p>
<p><em>”Kered</em><em>aan Allah terletak pada keredaan ibu bapa dan kemurkaan Allah terletak pada kemarahan </em><em>ibu bapa.”</em><em> </em>(Riwayat at-Tirmidzi)<em><br />
</em></p>
<p>Sesungguhnya tempoh mencari ilmu pengetahuan bukanlah singkat, kerana ia memakan masa yang amat panjang serta memerlukan pengorbanan jiwa, harta dan tenaga yang bukan sedikit jumlahnya.</p>
<p>Justeru, sifat sabar dalam diri amat dituntut disamping usaha yang bersungguh-sungguh untuk mempelajari apa sahaja ilmu yang diberikan oleh guru-guru. Ini adalah kerana ilmu pengetahuan mempunyai bidang yang teramat luas dan tidak mampu untuk dijangkau keseluruhannya walaupun sehingga ke akhir hayat.</p>
<p>Firman Allah s.w.t dalam surah al-Kahfi ayat 109 yang bermaksud:</p>
<p>”<em>Katakanlah (Wahai Muhammad): &#8220;Kalaulah semua jenis lautan menjadi tinta untuk menulis Kalimah-kalimah Tuhanku, sudah tentu akan kering lautan itu sebelum habis Kalimah-kalimah Tuhanku, Walaupun Kami tambahi lagi dengan lautan yang sebanding dengannya</em><em>.”<br />
</em></p>
<p>Maka, peluang ini hendaklah dimanfaatkan oleh para pelajar untuk menuntut sebanyak mungkin ilmu pengetahuan sebagai bekalan untuk meneruskan kehidupan di dunia lebih-lebih lagi bekalan di akhirat.</p>
<p>Adapun tempat yang paling sesuai untuk mendapatkan ilmu yang secukupnya ialah di sekolah-sekolah dan di pusat-pusat pengajian yang telah disediakan, bukannya di pusat-pusat hiburan, di kaki lima pasaraya ataupun di tempat-tempat yang tidak berkenaan kerana ianya akan mencorakkan tingkahlaku yang buruk.</p>
<p>Hakikatnya, sekolah bukan sekadar tempat untuk mendapatkan ilmu akademik semata-mata, malah apa yang lebih utama ialah untuk membina sahsiah dan jati diri bagi seorang mukmin yang bertakwa.</p>
<p>Dengan ini, mereka tidak mudah terjebak kedalam perkara-perkara mungkar dan gejala-gejala sosial yang telah banyak merosakkan generasi muda pada hari ini.<strong><em><br />
</em></strong></p>
<p><strong><em>Susunan ROSLI SAAT</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummatanwasatan.net/2012/01/persediaan-alam-persekolahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanda Bersyukur Seseorang Itu</title>
		<link>http://ummatanwasatan.net/2011/11/tanda-bersyukur-seseorang-itu/</link>
		<comments>http://ummatanwasatan.net/2011/11/tanda-bersyukur-seseorang-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 08:03:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummatanwasatan.net/?p=11701</guid>
		<description><![CDATA[Kita perlu mempertingkatkan syukur kepada Allah s.w.t, kerana dengan bersyukur akan memperteguhkan lagi keimanan kita kepada Allah s.w.t. Kita yang hidup dalam negara yang dikurniakan nikmat keamanan yang berterusan serta kemewahan, sepatutnya menambahkan lagi syukur kepada Allah s.w.t, di samping memperteguhkan lagi ketaatan serta pengabdian diri terhadap-Nya. Ketahuilah, sesungguhnya seseorang hamba itu tidak diakui bersyukur kepada Allah, melainkan jika ia menggunakan nikmat-nikmat Allah itu untuk kepentingan diri sendiri dan masyarakat. Menurut Imam Al-Junaid: “Syukur ialah seseorang yang tidak menggunakan nikmat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ummatanwasatan.net/2011/11/tanda-bersyukur-seseorang-itu/syukur-3/" rel="attachment wp-att-11702"><img class="alignnone size-full wp-image-11702" title="syukur" src="http://ummatanwasatan.net/wp-content//syukur.jpeg" alt="" width="332" height="221" /></a></p>
<p>Kita perlu mempertingkatkan syukur kepada Allah s.w.t, kerana dengan bersyukur akan memperteguhkan lagi keimanan kita kepada Allah s.w.t. Kita yang hidup dalam negara yang dikurniakan nikmat keamanan yang berterusan serta kemewahan, sepatutnya menambahkan lagi syukur kepada Allah s.w.t, di samping memperteguhkan lagi ketaatan serta pengabdian diri terhadap-Nya.</p>
<p>Ketahuilah, sesungguhnya seseorang hamba itu tidak diakui bersyukur kepada Allah, melainkan jika ia menggunakan nikmat-nikmat Allah itu untuk kepentingan diri sendiri dan masyarakat.</p>
<p>Menurut Imam Al-Junaid: “Syukur ialah seseorang yang tidak menggunakan nikmat Allah untuk melakukan maksiat kepada-Nya.” Ertinya, tanda bersyukur ialah menggunakan segala nikmat Allah untuk melakukan ketaatan dan memanfaatkan nikmat tersebut ke arah kebajikan, bukan menyalurkannya kepada maksiat atau kejahatan.</p>
<p>Nikmat yang Allah Taala anugerahkan kepada manusia bolehlah dibahagikan kepada dua, iaitu:</p>
<p><strong>Pertama: </strong>“Nikmat duniawi”, iaitu nikmat untuk meneruskan kehidupan di dunia seperti makanan, minuman, kekayaan, keamanan, kesihatan, persaudaraan dan sebagainya.</p>
<p><strong>Kedua:</strong> “Nikmat Ukhrawi”, iaitu nikmat Islam dan iman, nikmat yang paling berharga serta tidak ternilai kerana ia bukan setakat menjamin kesejahteraan hidup di dunia tetapi berkekalan hingga ke akhirat.</p>
<p>Persoalannya, adakah kita benar-benar bersyukur dengan kedua-dua bentuk nikmat yang dikurniakan Allah ini? Apakah kita benar-benar mensyukuri nikmat kurniaan yang tidak terhitung nilainya?</p>
<p>Kita tidak seharusnya merasa selesa dan berpada dengan apa yang telah kita usahakan selama ini. Malah kita perlu merasa bimbang dan takut, setelah sekian banyak nikmat rezeki kurniaan Allah yang kita gunakan. Kita bimbang sekiranya kita tidak tergolong di kalangan hamba-hamba yang bersyukur.</p>
<p>Allah s.w.t telah memberi amaran keras terhadap mereka yang tidak tahu bersyukur atau tidak mahu bersyukur, dengan amaran azab di hari akhirat.</p>
<p>Sebaliknya, hamba yang bersyukur dan menghargai nikmat Allah, akan digandakan ganjaran nikmat dan pahala. Firman Allah di dalam surah Ibrahim ayat 7, yang bermaksud:</p>
<p><em>“Dan (ingatlah) tatkala Tuhan kamu memberitahu: “Demi sesungguhnya jika kamu bersyukur, nescaya aku tambahi nikmat-Ku kepada kamu, dan demi sesungguhnya jika kamu kufur ingkar, sesungguhnya azab-Ku amatlah keras.”</em></p>
<p>Sesungguhnya nikmat yang dikurniakan Allah kepada manusia tidak terhitung banyaknya, sehingga menjadikan kehidupan ini serba lengkap dan sempurna. tidak ada yang lebih besar nilainya daripada nikmat yang dikurniakan Allah kepada manusia sesudah iman, melainkan kesihatan.</p>
<p>Apabila badan dan akal fikiran seseorang mukmin sihat, maka kehidupan mereka akan bahagia dan sejahtera. Mereka akan bekerja dan berusaha dengan penuh semangat, lebih berdaya saing serta hasilnya akan terus meningkat. Pembinaan syakhsiah, pengukuhan kualiti insan dan kerohanian, perlu ditunjangi dengan akidah dan keimanan kepada Allah s.w.t.</p>
<p>Selain daripada keimanan yang boleh menjadi benteng kukuh, pembinaan sahsiah atau peribadi seseorang itu, perlu dihiasi dengan akhlak atau sifat-sifat terpuji seperti sabar, reda, merendah diri, qanaah dan sebagainya.</p>
<p><strong><em>Susunan OMAR AHMAD</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummatanwasatan.net/2011/11/tanda-bersyukur-seseorang-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mentaati Pemerintah</title>
		<link>http://ummatanwasatan.net/2011/11/mentaati-pemerintah/</link>
		<comments>http://ummatanwasatan.net/2011/11/mentaati-pemerintah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 03:59:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummatanwasatan.net/?p=11674</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya mentaati pemerintah merupakan sebahagian daripada tuntutan Islam, dimana Islam telah mewajibkan ke atas umatnya supaya mentaati pemerintah, dan pemerintah juga dituntut untuk mentaati Allah dan Rasul-Nya. Walau bagaimanapun, jika ada perkara-perkara yang tidak dapat diselesaikan, maka kita hendaklah kembali kepada Allah dan Rasul, yakni kita merujuk kepada al-Quran dan sunnah Rasulullah.s.a.w. Firman Allah s.w.t dalam surah an-Nisa’ ayat 59 yang bermaksud: “Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kamu lepada Allah dan taatlah kamu lepada Rasullullah dan juga kepada “Ulil Amri” [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ummatanwasatan.net/2011/11/mentaati-pemerintah/taat-pemerintah/" rel="attachment wp-att-11675"><img class="alignleft size-full wp-image-11675" title="taat pemerintah" src="http://ummatanwasatan.net/wp-content//taat-pemerintah.jpg" alt="" width="224" height="224" /></a></p>
<p>Sesungguhnya mentaati pemerintah merupakan sebahagian daripada tuntutan Islam, dimana Islam telah mewajibkan ke atas umatnya supaya mentaati pemerintah, dan pemerintah juga dituntut untuk mentaati Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p>Walau bagaimanapun, jika ada perkara-perkara yang tidak dapat diselesaikan, maka kita hendaklah kembali kepada Allah dan Rasul, yakni kita merujuk kepada al-Quran dan sunnah Rasulullah.s.a.w.</p>
<p>Firman Allah s.w.t dalam surah an-Nisa’ ayat 59 yang bermaksud:</p>
<p><em>“Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kamu lepada Allah dan taatlah kamu lepada Rasullullah dan juga kepada “Ulil Amri” (Orang-orang yang berkuasa) dari kalangan kamu. Kemudian jika kamu berbantah-bantah  (berselisihan) dalam sesuatu perkara, maka hendaklah kamu mengembalikannya pada (kitab) Allah  (al-Quran) dan (Sunnah) rasul-Nya, jika kamu benar-benar beriman lepada Allah dan hari akhirat. Yang demikian adalah lebih baik (bagi kamu) dan lebih elok pula kesudahannya.&#8221;</em></p>
<p>Dalam ayat tersebut, perintah mentaati pemerintah, iaitu  <strong>“</strong>Aulil Amri“<strong> </strong>adalah selepas kewajiban mentaati Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p>Justeru itu, kita sebagai hamba Allah hendaklah peka dengan peranan dan tanggungjawab  masing-masing bagi menjamin kesejahteraan, keamanan, keharmonian dan perpaduan agar sentiasa terpelihara.</p>
<p>Tuntutan ini merangkumi tuntutan lepada pemerintah dan rakyat semuanya. Hasrat yang murni untuk melihat negara maju tidak akan tercapai sekiranya tidak ada jalonan hubungan baik diantara pemerintah dan rakyat.</p>
<p>Kita sedia maklum bahawa bagi sesetengah negara yang menghadapi krisis kepimpinan dan sistem pemerintahan yang porak peranda atau kerajaan yang lemah,  maka negara dan rakyat tersebut akan berada dalam keadaan tidak stabil dengan timbulnya pelbagai masalah seperti pembunuhan, pemerkosaan, kemusnahan harta benda dan sebagainya.</p>
<p>Ini semua mengambarkan kepada kita betapa pentingnya keamanan dan keteguhan sesuatu pemerintahan agar terjamin kemakmuran dan kesejahteraan rakyat yang berpanjangan.</p>
<p>Selain itu, sabda Rasulullah s.a.w:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p dir="RTL">&#8220;عَنْ عَبْدِ اللهِ ابْنِ عُمَر رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم: السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ فِيْمَا أَحَبَّ أوْ كَرِهَ، مَا لَمْ يُؤْمَرْ بِمَعْصِيَّةٍ فَإِذَا أُمِرَ بِمَعْصِيَّةٍ فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَة&#8221;.</p>
<p>Bermaksud:   <em>&#8220;Daripada Abdillah ibnu Umar r.a. dari Rasulullah s.a.w: Mendengar dan mentaati adalah tanggung atas setiap muslim sama ada  perkara yang ia suka atau tidak (benci) selagi ia tidak disuruh berbuat maksiat. Maka apabila disuruh mengerjakan perkara maksiat, maka perintah itu tidak boleh di dengar dan tidak boleh ditaati lagi.” </em>(Riwayat Bukhari dan Muslim)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Susunan SAUPI SALEH</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummatanwasatan.net/2011/11/mentaati-pemerintah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Solat Terlalu Istimewa di Sisi Allah</title>
		<link>http://ummatanwasatan.net/2011/11/solat-terlalu-istimewa-di-sisi-allah/</link>
		<comments>http://ummatanwasatan.net/2011/11/solat-terlalu-istimewa-di-sisi-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 08:17:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummatanwasatan.net/?p=11705</guid>
		<description><![CDATA[Solat atau sembahyang adalah rukun kedua yang menjadi asas terbinanya Islam. Solat juga merupakan tiang agama dan satu ibadah wajib ke atas setiap umat Islam melakukannya dalam apa jua keadaan selagi akalnya masih waras. Di dalam al-Quran terdapat lebih 25 tempat ayat اَقَامَ  yang merujuk kepada makna perintah mengerjakan atau mendirikan solat dan terdapat lebih 70 kali perkataan    الصلاة atau sembahyang diulang dan disebut dalam al-Quran, antaranya firman Allah s.w.t yang bermaksud: &#8220;Kemudian apabila kamu telah selesai mengerjakan sembahyang, maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ummatanwasatan.net/2011/11/solat-terlalu-istimewa-di-sisi-allah/solat-3/" rel="attachment wp-att-11707"><img class="alignnone size-full wp-image-11707" title="solat" src="http://ummatanwasatan.net/wp-content//solat2.jpg" alt="" width="500" height="351" /></a></p>
<p>Solat atau sembahyang adalah rukun kedua yang menjadi asas terbinanya Islam. Solat juga merupakan tiang agama dan satu ibadah wajib ke atas setiap umat Islam melakukannya dalam apa jua keadaan selagi akalnya masih waras.</p>
<p>Di dalam al-Quran terdapat lebih 25 tempat ayat <strong>اَقَامَ</strong><strong> </strong> yang merujuk kepada makna perintah mengerjakan atau mendirikan solat dan terdapat lebih 70 kali perkataan   <strong> </strong><strong>الصلاة</strong><strong> </strong>atau sembahyang diulang dan disebut dalam al-Quran, antaranya firman Allah s.w.t yang bermaksud:</p>
<p><em>&#8220;Kemudian apabila kamu telah selesai mengerjakan sembahyang, maka hendaklah kamu menyebut dan mengingati Allah semasa kamu berdiri atau duduk, dan semasa kamu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa tenteram (berada dalam keadaan aman) maka dirikanlah sembahyang itu (dengan sempurna sebagaimana biasa). Sesungguhnya sembahyang itu adalah satu ketetapan yang diwajibkan atas orang-orang yang beriman, yang tertentu waktunya.&#8221; </em>(an-Nisaa&#8217;: 103)</p>
<p>Sebagai umat Islam, sama ada remaja, muda-mudi, dewasa, lelaki mahupun perempuan hendaklah memerhati, memahami dan menghalusi sehalus-halusnya perintah solat ini. Sebab itu, Baginda nabi SAW telah berpesan kepada umat Islam sejak 1400 tahun lalu supai ibu bapa mengajar dan menyuruh anak-anak tentang ibadah sembahyang sejak umur mereka 7 tahun dan pukullah mereka jika enggan sembahyang ketika berumur 10 tahun.</p>
<p>Kita wajib berdoa mengharapkan anak-anak dan keturunan kita sentiasa mendirikan sembahyang sesuai dengan firman Allah yang bermaksud:</p>
<p><em>&#8220;Wahai Tuhan kami! kurniakanlah keampunan kepada ku dan kepada kedua ibu bapa ku serta kepada orang-orang yang beriman, pada masa berlakunya hisab dan pembalasan.&#8221; </em>(Surah Ibrahim: 40)</p>
<p>Begitu juga kita hedaklah menyuruh kaum keluarga kita mengerjakan solat seperti firman Allah dalam surah Toha ayat 132 yang bermaksud:</p>
<p><em>&#8220;Dan perintahkanlah keluargamu serta umatmu mengerjakan sembahyang, dan hendaklah engkau tekun bersabar menunaikannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, (bahkan) Kamilah yang memberi rezeki kepadamu, dan (ingatlah!) kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.&#8221;</em></p>
<p>Di sini dapat difahami betapa besarnya kepentingan sembahyang kepada orang-orang Islam yang beriman, di antaranya:</p>
<p><strong>1.            </strong><strong>Solat dapat meningkatkan seseorang untuk sentiasa mengingati Allah.</strong></p>
<p>Firman Allah s.w.t yang bermaksud:</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya Akulah Allah, tiada Tuhan melainkan aku, oleh itu, sembahlah akan daku, dan dirikanlah sembahyang untuk mengingati daku.&#8221; </em>(Toha: 14)</p>
<p>Berdasarkan maksud ayat tersebut sembahyang adalah jalan bagaimana untuk kita sentiasa mengingati Allah s.w.t. Sekali gus sembahyang juga merupakan tanda pengabdian dan syukur seorang hamba kepada Allah s.w.t. Atas segala nikmat dan rahmat yang Allah kurniakan kepada kita.</p>
<p><strong>2.            </strong><strong>Solat</strong><strong> dapat menghapus dosa.<br />
</strong></p>
<p>Kita umat Islam tidak terlepas dari melakukan dosa dan solat lima kali sehari semalam dapat menghapuskan dosa yang dilakukan. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Rasulullah s.a.w dalam sebuah hadis:</p>
<p dir="RTL"><strong>&#8220;عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى</strong><strong> </strong><strong>الله</strong><strong> </strong><strong>عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: اَلصَّلاَةُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا لَمْ تَغْشِ الْكَبَائِرَ.&#8221;</strong><strong></strong></p>
<p><strong>Bermaksud:</strong> <em>&#8220;Dari Abi Hurairah RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: Sembahyang lima waktu dan sembahyang Jumaat hingga Jumaat berikutnya adalah penebus dosa antara jarak waktu sembahyang-sembahyang itu, selama dijauhinya dosa-dosa besar.&#8221; </em>(Riwayat Muslim)</p>
<p><strong>3.            </strong><strong>Solat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.<br />
</strong></p>
<p>Solat yang dikerjakan dengan khusyuk dan menepati segala rukun-rukunnya boleh mencegah orang yang melakukannya dari melakukan maksiat dan kemungkaran. Firman Allah s.w.t yang bermaksud:</p>
<p><em>&#8220;…. Sesungguhnya sembahyang itu mencegah dari perbuatan yang keji dan mungkar, dan sesungguhnya mengingati Allah adalah lebih besar (faedahnya dan kesannya), dan (ingatlah) Allah mengetahui akan apa yang kamu kerjakan.&#8221; </em>(al-Ankabut: 45)</p>
<p><strong>4.            </strong><strong>Solat dapat memberi barakah hidup dan berbahagia kehidupan.<br />
</strong></p>
<p>Kehidupan orang yang memelihara solat jauh berbeda dengan orang yang meninggalkannya. Ini Jelas kita melihat orang yang memelihara solat kehidupannya dipenuhi dengan keberkatan dan kebahagiaan. Sebagaimana firman Allah yang bermaksud:</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya berbahagia \ berjayalah orang-orang beriman. (Iaitu) mereka yang khusyuk dalam sembahyangnya.&#8221; </em>(al-Mukminun: 1-2)</p>
<p>Perlu diingatkan, bahawa solat adalah ibadah yang diterima oleh Baginda Nabi s.a.w secara langsung daripada Allah s.w.t, ketika Nabi s.a.w menghadap Allah s.w.t di <strong><em>Sidratul Muntaha</em></strong> dalam peristiwa Israk Mikraj adalah berbeza dengan ibadah lain seperti ibadah puasa, zakat, a.s AS pembawa wahyu.</p>
<p>Ini adalah satu kenyataan bahawa ibadah sembahyang itu terlalu istimewa di sisi Allah s.w.t.<strong><em><br />
</em></strong></p>
<p><strong><em>Susunan SHUKUR SALEH</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummatanwasatan.net/2011/11/solat-terlalu-istimewa-di-sisi-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersikap Wasatiyyah</title>
		<link>http://ummatanwasatan.net/2011/10/bersikap-wasatiyyah/</link>
		<comments>http://ummatanwasatan.net/2011/10/bersikap-wasatiyyah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Oct 2011 21:48:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummatanwasatan.net/?p=11433</guid>
		<description><![CDATA[Wasatiyyah mempunyai dua definisi, satu definisi yang pasif dan yang satu lagi yang progresif. Kita lihat yang cuba diperkenalkan dan dipopularkan kerajaan sekarang bersifat pasif-iaitu wasatiyyah bermaksud “bersifat sederhana” atau bahasa Arabnya  “wasatha”. Wasatiyyah pada makna biasa ialah tidak terlampau agresif, tidak terlampau negatif, tidak terlampau menekan dan tidak terlampau menyerah kalah. Kita mahukan kehidupan rakyat Malaysia secara sederhana dan secara mudah tafsirannya ; ia menuju ke arah tiada Islam yang ekstremisme. Namun, sebagai orang Islam kita haruslah tetap aktif [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ummatanwasatan.net/2011/10/bersikap-wasatiyyah/ukhwah/" rel="attachment wp-att-11434"><img class="alignnone size-full wp-image-11434" title="ukhwah" src="http://ummatanwasatan.net/wp-content//ukhwah.jpg" alt="" width="300" height="260" /></a></p>
<p>Wasatiyyah mempunyai dua definisi, satu definisi yang pasif dan yang satu lagi yang progresif. Kita lihat yang cuba diperkenalkan dan dipopularkan kerajaan sekarang bersifat pasif-iaitu wasatiyyah bermaksud “bersifat sederhana” atau bahasa Arabnya  <em>“wasatha”.</em></p>
<p>Wasatiyyah pada makna biasa ialah tidak terlampau agresif, tidak terlampau negatif, tidak terlampau menekan dan tidak terlampau menyerah kalah.</p>
<p>Kita mahukan kehidupan rakyat Malaysia secara sederhana dan secara mudah tafsirannya ; ia menuju ke arah tiada Islam yang ekstremisme.</p>
<p>Namun, sebagai orang Islam kita haruslah tetap aktif – umpamanya mencari nafkah untuk kehidupan, mencari kedudukan dan mencari  ilmu misalnya tetapi tidak sampai kepada bersikap ekstremism-itulah yang saya rasa kita mahu perkenalkan.</p>
<p>Jadi dengan mempraktikkan konsep wasatiyyah ini sudah tentu kita menuju kebaikan dan tentulah tiada kaitan langsung dengan apa yang dimomokkan bahawa kebangkitan Islam itu sinonim dengan  terrorisme?</p>
<p>Dengan bersikap wasatiyyah ini sudah tentu secara otomatik tertolak apa yang disebut terrorism itu, menolak ekstremism dan apa-apa sahaja idea (ism) yang melampau dan ia tentulah sesuai dengan konsep “1Malaysia” yang sedang diperkenalkan oleh kerajaan sekarang.</p>
<p>Sekaligus sifat wasatiyyah itu juga dapat dianggap sebagai back-up Islam kepada konsep 1 Malaysia.</p>
<p>Dengan mempraktikkan wasatiyyah ini , kita tidak lagi akan “fanatik” kepada unsur-unsur keislaman secara khusus di dalam kehidupan kita-kecuali di dalam hal-hal yang berkaitan ibadat yang tidak menganggu-gugat orang bukan Islam-itu di dalam hal-hal keagamaan.</p>
<p>Tetapi di dalam kehidupan atau <em>sosial life</em>, itulah kepentingan wasatiyyah itu hendaklah sentiasa dijalankan.</p>
<p>Umpamanya, mereka  tidak mungkin mempersoalkan tentang orang Islam yang mahu membina berapa banyak masjid, hendak bersolat berapa banyak atau lain-itu bukan masalah yang patut dihalang. Tetapi yang mahu ditekankan ialah perkara-perkara yang melibatkan kehidupan sosial yang melibatkan masyarakat Islam dan bukan Islam.</p>
<p>Jadi wasatiyyah ini adalah satu pendekatan yang lebih <em>moderate</em> terhadap orang lain</p>
<p>Wasatiyah menepati dengan 1Malaysia di mana wasatiyyah di dalam konteks yang satu.</p>
<p>Ini bermakna dari segi sejarah <em>approach</em> yang diberi oleh nabi itu ialah satu<em> approach</em> sederhana dan tidak menakutkan sesiapa sahaja.</p>
<p>Misalnya, ketika nabi Muhammad mula-mula tiba di Madinah &#8211; baginda cuba membuat hubungan dengan sesiapa sahaja-bukan sahaja menumpukan aktiviti dengan orang-orang Islam yang terdiri daripada Muhajiran dan Ansar tetapi beliau cuba mengikat semua faktor atau anasir-anasir yang wujud di Madinah itu.</p>
<p>Ketika itu Madinah sedang didominasi oleh Yahudi dan Nasara.</p>
<p>Ya, tidak banyak perbezaan yang berbeza hanya <em>leadership</em> dan komitmen.Ketika Rasululah membuka Madinah, akhirnya terbentuklah negara bandar (<em>city state</em>) -sebagaimana bandar Apollo di Athens di kerajaan Yunani sebelum itu yang dikatakan sangat maju.</p>
<p>Di bawah pentadbiran Islam, akhirnya Madinah sangat makmur sehingga terkenal sebagai “negara bandar yang bercahaya.”</p>
<p>Jelas, di dalam mendirikan negara Islam yang pertama itu, Nabi s.a.w tidak pernah menyingkirkan sesiapa-tiada berlaku penyisihan kepada mana-mana kaum di bandar Madinah.</p>
<p>Justeru apabila baginda  melaksanakan “Piagam Madinah” dan baginda memberi jaminan setiap orang akan hidup dengan aman dan hendaklah membantu sesama yang lain.</p>
<p>Andaikata tidak ada pengkhianatan daripada Yahudi dan Nasara, maka bentuk negara Madinah itu sangat “sederhana” walaupun pimpinannya berasaskan kepada ideologi Islam.</p>
<p>Wasatiyyah ialah konsep dan <em>approach</em> sederhana yang dapat diterima juga oleh kaum-kaum lain tanpa perlu menukar agama mereka.</p>
<p><strong><em>Susunan ADANAN YAAKUB</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummatanwasatan.net/2011/10/bersikap-wasatiyyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

